Rabu, 14 Oktober 2009

Nilai Berita (Tugas Foto Jurnalistik)

No. 1 Nilai berita (news value) adalah nilai yang dikandung oleh suatu peristiwa sehingga peristiwa itu layak diberitakan.

Menurut Effendy (1992:70-71), nilai berita meliputi: (1)minat diri (self interest), (2) uang (money), seks (sex), (4) pertentangan (conflict), minat insani (human interest), (6)ketegangan (suspense), (7)kemasyhuran (fame), (8) keindahan (beauty), (9) umur (age), (10) kejahatan (crime).

Ecip menyebut hampir senada, ada enam nilai berita, yaitu: (1) kedekatan (proximity), (2) kesegeraan waktu (timeliness), (3) bernilai besar (magnitude), (4) menonjol (prominence), (5) kepentingan manusiawi (human interest), dan (6) seks (sex) (Ecip, 1995:48).

Mencher dalam buku News Reporting and Writing (1987) maupun Hiebert, Ungurait, Bohn dalam Mass Media VI (1991:413) menyebutkan enam unsur nilai berita, yaitu: (1) proximity, (2) timeliness, (3) prominence, (4) magnitude, (5) consequence, (6) human interest.

Siregar dkk (1994:27) menjelaskan bahwa tidak semua (peristiwa) perlu diberitakan, karena tidak layak. Nilai berita adalah tolok ukur kelayakan sebuah peristiwa dapat diberitakan, dan meliputi unsur berikut:

1. Significance (penting), yaitu kejadian yang berkemungkinan mempengaruhi kebhidupan orang banyak, atau kejadian yang mempunyai akibat terhadap kehidupan pembaca.

2. Magnitude (besar), yaitu kejadian yang menyangkut angka-angka yang berarti bagi kehidupan orang banyak, atau kejadian yang berakibat yang bisa dijumlahkan dalam angka yang menarik buat pembaca.

3. Timeliness (waktu), yaitu kejadian yang menyangkut hal-hal yang baru terjadi, atau baru dikemukakan.

4. Proximity (kedekatan), yaitu kejadian yang dekat bagi pembaca. Kedekatan ini dapat bersifat geografis maupun emosional.

5. Prominence (tenar), yaitu menyangkut hal-hal yang terkenal atau sangat dikenal oleh pembaca, seperti orang, benda, atau tempat.

6. Human Interest (manusiawi), yaitu kejadian yang memberi sentuhan perasaan bagi pembaca, kejadian yang menyangkut orang biasa dalam situasi luar biasa, atau orang besar dalam situasi biasa.

Sedangkan Mangiang (tanpa tahun) menyimpulkan bahwa terdapat delapan nilai berita:

1. Akibat

Tinggi rendahnya nilai penting suatu kejadian/ masalah bagi publik dapat ditentukan dengan mempertimbangkan seperti apa, dairasakan siapa saja akibat yang ditimbulkan suatu peristiwa atau akibatr yan gmuncul dari suatu masalah. Kian luas publik yang terkena a0oleh akibat suatukejadian masalah, kian tinggi news vaalue peristiwa masalah itu, dan kian kuat akibat itu dirasakan kian tinggi news value peristiwa masalah itu.

2. Jarak

Jarak dapat diterjemahkan dalam pengertian jarak geografis dan jarak psikologis. Kian pendek jarak –geografis maupun psikologis- kian tinggi nilai penting ataumenarik berita tersebut.

3. Prominence

Kejadian / masalah layak jadi berita jika di dalamnya tokoh, benda maupun tempat yang bersifat prominence. Tokoh, benda maupun tempat seperti itu selalu populer. Segala sesuatu yang populer, selalu menarik bagi publik secara luas, dan karena itu pula ihwal apa pun tentang tokoh, benda ataupun tempat tersebut senantiasa mengandung perhatian orang banyak.

4. Drama

Kejadian-kejadian yang dramatik memiliki nilai berita karena ia mengandung daya tarikyang cukup tinggi. Boleh jadi suatu peristiwa tidak bersifat penting bagi publik, tetapi ia menjadi menarik karena berlangsung secara dramatis.

  1. Konflik

Konflik selalu menarik untuk didengar, diketahui dan dilihat, walaupun untuk sebagian kadang-kadang ia menakutkan. Karena konflik selalu memiliki daya tarik, peristiwa yang mengandungkonflik atau peristiwa berupa konflik, mengandung news value dan dapat jadi berita. Lebih dari itu, konflik pada suatu ketika tidak hanya sekadar menarik, tapi dapat mengandung kepentingan publik.

  1. Keanehan

Keanehan, seperti sudah sangat kita sadari, selalu menarik perhatian orang. Karena itulah kejadian atau segala sesuatu yang tidak wajar di sekitar kita layak jadi berita.

7. Kebaruan

Peristiwa ataupun masalah ayang mengandung sesuatu yang baru (gagasan, penemuan, perkembangan) layak jadi berita.

8. Keselamatan Pribadi

Manusia senantiasa peduli akan nasib dan peristiwa yang dialami manusia lainnya. Oleh karena itu manusia selalu memberi perhatian pada keselamatan manusia lainnya. Apabila keselamatan itu terancam, manausia lainnya akan terundang untuk mendengar, mengetahui kisahnya. Keterancaman keselamatan manusia, seringkali tidak lagi sekadar bersifat menarik. Bahkan ia sudah menjadi peristiwa atau masalah penting.


No 2

Dok.suarapembaruan.com

Puluhan penumpang duduk di atap kereta api ekonomi jurusan Jakarta-Bogor ketika melintas di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (13/10). Mulai November, penumpang kereta api yang naik di atap gerbong, di atas lokomotif, atau ruang masinis akan dikenakan sanksi kurungan tiga bulan atau dendan Rp 15 juta per penumpang.

Foto di atas termasuk dalam fotografi jurnalistiik :

Alasannya :

- Foto tersebut mengandung nilai berita, human interest Karena kejadian/peristiwa diatas berkaitan dengan hajat hidup orang banyak terutama pengguna kereta api [KA]. Dalam hal ini mulai akhir Oktober atau awal November nanti, penumpang kereta api (KA) harus berpikir ulang untuk naik di atap KA. Pasalnya, jika ketahuan akan didenda Rp 15 juta atau kurungan paling lama tiga bulan. Berdasarkan aturan yang ditetapkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pasal 183.

- Foto berita ini juga memiliki nilai kedekatan karena letak geografisnya yaitu daerah Jakarta-Bogor-Depok dan sekitarnya.

- Foto diatas juga menggunakan caption agar khalayak bisa mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan foto tersebut.




JAKARTA--MI: Tidak ada perang antara KPK dengan Polri. Demikian penegasan Pelaksana Tugas Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean usai bertemu Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Rabu (14/10).

Foto di atas termasuk dalam fotografi jurnalistiik :

Alasannya :

- Foto tersebut mengandung nilai berita, Prominence (tenar), yaitu menyangkut hal-hal yang terkenal atau sangat dikenal oleh pembaca, seperti orang, benda, atau tempat. Karena yang berbicara adalah orang penting (tener) berpengaruh yaitu Pelaksana Tugas Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Dalam hal ini mereka bertemu untuk membicarakan kerja sama di bidang kelembagaan sementara spekulasi yang terjadi di masyarakat adalah adanya persaingan antara KPK dengan Polri. Kejadian / masalah layak jadi berita jika di dalamnya tokoh, benda maupun tempat yang bersifat prominence. Tokoh, benda maupun tempat seperti itu selalu populer. Segala sesuatu yang populer, selalu menarik bagi publik secara luas, dan karena itu pula ihwal apa pun tentang tokoh, benda ataupun tempat tersebut senantiasa mengandung perhatian orang banyak

- Peristiwa ini juga mempunyai nilai berita yang aktualitas karena peristiwa pertemuan dua orang penting ini berlangsung hari ini 14 Oktober 2009.

- Foto diatas juga menggunakan caption agar khalayak bisa mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan foto tersebut.

No 3

Perkembangan foto jurnalistik saat ini, berkembang sangat bagus karena banyak rangkaian pameran foto yang bisa memberikan pemahaman baru para pelaku fotografi. Baik itu dalam kepekaan dan tanggungjawab sosial pada masyarakat. Pameran foto juga mengartikan bahwa masyarakat Indonesia sangat antusias dengan fotografi.


Tati Utami

2007110085

Tugas Fotografi Jurnalistik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut